ISTIGHOTSAH UNTUK NEGRI

Sabtu 17 agustus 2019, Himpunan Santri Assunniyyah (HIMSAS) mengadakan acara istighotsah dan kirim doa bersama dalam rangka memperingati kemerdekaan negara republik Indonesia ke 74. Assunniyyah bergemuruh dengan lantunan lagu kemerdekaan dan sya’ir Yaa Lal Wathon, sebagai pembukaan acara tersebut. Meski telah lama negeri ini merdeka namun suasana kemerdekaan masih terasa. Kegiatan yang dimulai setelah pengajian kitab Ihya’, tepatnya dimulai pukul 06.00 WIB dan baru selesai pada pukul 09.30 ini, dilaksanakan di halaman pondok pesantren Assunniyyah dan diikuti oleh semua santr.
Aniq Taufani, sebagai ketua panitia acara memaparkan : “Ditahun ini pondok pesantren Assunniyyah merayakan HUT RI ke 74 berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya. Istighotsah dan kirim doa kami pilih menjadi tema perayaan kemerdekaan tahun ini karena dinilai perjuangan para pejuang dalam merebut tanah pertiwi ini harus dirayakan dengan hal-hal positif dan membawa manfa’at. Termasuknya adalah dengan membaca istighosah dan mengirimkan doa untuk pahlawan-pahlawan yang gugur dimedan peperangan. Tema istighosah dipilih karena dirasa lebih cocok dengan ciri khas santri sebagai sosok religius dalam hal apapun”.
Dalam acara tersebut KH. Ahmad Sadid Jauhari bercerita: “Negara-negara timur tengah termasuk negara Palestina dan Mesir termasuk negara paling pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Dilain tempat, UNITED NATIONS atau disebut PBB (persatuan bangsa-bangsa) dan negara barat lainnya seperti Belanda dan Inggris baru mengakui kemerdekaan NKRI lima tahun kemudian pada tahun 1950”. Beliau juga berkata: “Memperingati hari kemerdekaan dan menghargai perjuangan para pahlawan harus diisi dan dirayakan dengan hal-hal yang positif sebagai cerminan rasa syukur kepada Allah atas nikmat agung ini yang berupa nikmat kemerdekaan, seperti istighotsah, pembacaan yasin tahlil dan kirim doa untuk para pahlawan” pungkas beliau.img-20190817-wa0010
Seusai mauidzoh hasanah tersebut, para santri dipimpin ustadz Anwar Syadad khidmah membaca istighotsah yang seraya bersama-sama. Didalamnya terkandung Tawassul kepada Nabi, keuarga serta para sahabatnya, kepada semua ulama’, dan para pejuang. Shalawat Nariyah dan Shalawat Munjiyat menjadi bacaan pamungkas serta penutup isthigotsah tersebut.

Tinggalkan Balasan

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com